Monday, July 27, 2009

Yasmin Ahmad

Untuk orang seperti saya yang tidak mengenali Yasmin Ahmad secara peribadi, apa yang tinggal menjadi kenangan adalah karya-karyanya. Tetapi selain daripada karyanya, saya sebenarnya sangat-sangat mengagumi gaya Yasmin Ahmad kalau bercakap saat ditemu bual – gayanya penuh rendah diri, tuturnya gemulai santun, dan paling memikat senyumannya yang lembut, senyuman seorang seniman yang penuh inspirasi.

Dalam satu sesi soal-jawab di Picturehouse, Yasmin Ahmad mengemukakan satu gagasan seninya yang sungguh menawan hati saya. Begini kurang lebih katanya:

… I want to more and more remove the messages if I can (in my films). It’s very hard because as there would be something that I feel that I want to put inside my film, but I’ll try to remove slowly the messages. Mukhsin I think is the most messageless film, and therefore it is the wisest. Because, you know, human beings are never really wise. I think everybody is dens and shallow and a bit stupid, and the best we can do is observe the way we feel and how people react to each other – to their mothers, to their friends – and we just record it, and then from there, because it happens naturally, god’s wisdom will come through, and not ours.”

Alangkah rendah dirinya beliau. Dan alangkah benarnya kata-katanya. Sering kali, apabila pengarang terlalu ingin menyumbatkan pelbagai mesej ke dalam karyanya, akibatnya karya tersebut menjadi kaku beku dalam peti ais kepura-puraan. Dan seringkali apabila pengarang cuba menjadi pintar saat berkarya, apa yang terjadi adalah sebaliknya, pembaca malahan merasa diperbodoh-bodohkan. Justeru apa yang diperkatakan oleh Yasmin Ahmad itu – karyawan harus merakam sedekat-dekatnya tanpa berusaha berlagak pintar – adalah sangat logikal. Apabila pengarang merakamkan dengan tulus jujur melalui pemerhatian dan renungannya yang tajam, makanya ‘kepintaran’ Tuhan akan menyusup masuk, dan bukan lagi kepintaran manusia yang dibuat-buat.

Al Fatihah buat Yasmin Ahmad, karyawan filem yang akan terus dikenang sepanjang zaman.

No comments:

  © Blogger template 'Morning Drink' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP